Aku ingin menjadi seorang manusia yang seutuhnya berjiwa lelaki, berfikir
layaknya seorang lelaki, mental seorang lelaki, dan kepribadian seorang lelaki.
Kepahitan hidup yang setiap kali melanda diri ini aku manfaatkan untuk menjadi
seorang lelaki, karena aku adalah lelaki. Aku gak mau menjadi seorang lelaki
yang setiap kali menemukan pahitnya hidup mudah cengeng. Berjalan tertatih lalu
terjatuh terus mengeluh, berlari kencang lalu tersandung terus murung, dan
dengan segera memanggil seorang ayah untuk segera merangkulnya, lalu memintanya
untuk segera memegang tangga kesuksesan padanya.
Aku ingin menjadi seorang pemimpin dalam kehidupanku sebagai lelaki, belajar
memimpin diri, belajar memimpin sebuah keluarga, dalam sebuah persahabatan dan
semoga bisa menjadi pemimpin dalam lingkup yang lebih luas. Maka tak akan aku
sia-siakan kesempatan yang sangat berharga ini dalam kehidupanku yaitu, ide,
gagasan, inspirasi dan ilham. Akan aku catat semuanya apa yang lewat baik yang
tersirat maupun yang tersurat hingga aku bisa menemukan jati diriku yang sesuai
dengan fitrahku. Yaitu sebagai manusia yang berkarya, berimajinasi, dan
berinovasi. Semuanya akan aku jadikan
referensi untuk mencari keberadaan diri dan untuk menjadi seorang pemimpin.
Aku ingin menjadi manusia yang progres dalam berfikir, yang menerima akan
semua ilmu pengetahuan yang di dapat di setiap waktu yang aku lalui. Ilmu
pengetahuan yang dapat membawa kepada kekayaan batin dan kepuasan jiwa. Ilmu
yang selalu ku temui di jalanan, lautan, pegunungan, debu, hujan, kawan,
kerabat dan Orangtuaku. Itulah yang aku inginkan selama ini untuk di jadikan
bekal di hari nanti, karena aku ingin menjadi manusia yang terus berkarya
dengan memberikan kontribusi ilmu yang aku miliki dan turut mewarnai Bangsa,
Negara dan Dunia.
Aku ingin menjadi manusia yang taat kepada sang pencipta, karena Dia telah
menciptakan diri ini dan semua yang ada, kendati sesekali ketaatan itu tak akan bisa
sebanding atas nikmat yang telah di berikan padaku. Aku tau, taat kepada-Nya
tak cukup dengan perkataan saja karena aku gak ingin terjebak menjadi manusia
yang munafik, tetapi harus selaras antara perkataan dengan perbuatan. Memang
terasa susah untuk mengamalkan semua ini, tapi semoga saja dengan di
tuliskannya apa-apa yang aku ingin semoga bisa belajar taat kepada-Nya walaupun
secara perlahan-lahan.
Aku baru menyadari arti hidup ini
setelah aku terbangun dari tidur panjang yang melelapkan jati diriku sebagai
seorang lelaki dan tentunya sebagai seorang manusia. Ternyata aku haus akan
setiap ilmu yang selalu lewat dalam hidupku, di dalam setiap lamunanku, dalam
setiap kenyataan, dan ilmu yang aku temui dalam setiap waktu yang telah aku
lalui. Pengalaman hidup yang sering jatuh bangun telah banyak memberiku akan
sebuah makna hakikat hidup ini, hidup yang tak hanya sekedar mengisi ruang
kehidupan, tak hanya sekedar bernafas tanpa arti, tak hanya sekedar melangkah
tanpa memahami sebuah petuah. Inilah hakikatnya hidup, yang harus berkarya atas
fikiran dan otak yang di berikan Allah pada manusia. Asal tidak menyimpang dari
kesusilaan,dan norma agama sebagai manusia dan sebagai Hamba Allah yang
beriman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar