Senin, 01 Oktober 2012

ASPIRASI SEORANG LELAKI


Aku ingin menjadi seorang manusia yang seutuhnya berjiwa lelaki, berfikir layaknya seorang lelaki, mental seorang lelaki, dan kepribadian seorang lelaki. Kepahitan hidup yang setiap kali melanda diri ini aku manfaatkan untuk menjadi seorang lelaki, karena aku adalah lelaki. Aku gak mau menjadi seorang lelaki yang setiap kali menemukan pahitnya hidup mudah cengeng. Berjalan tertatih lalu terjatuh terus mengeluh, berlari kencang lalu tersandung terus murung, dan dengan segera memanggil seorang ayah untuk segera merangkulnya, lalu memintanya untuk segera memegang tangga kesuksesan padanya.
Aku ingin menjadi seorang pemimpin dalam kehidupanku sebagai lelaki, belajar memimpin diri, belajar memimpin sebuah keluarga, dalam sebuah persahabatan dan semoga bisa menjadi pemimpin dalam lingkup yang lebih luas. Maka tak akan aku sia-siakan kesempatan yang sangat berharga ini dalam kehidupanku yaitu, ide, gagasan, inspirasi dan ilham. Akan aku catat semuanya apa yang lewat baik yang tersirat maupun yang tersurat hingga aku bisa menemukan jati diriku yang sesuai dengan fitrahku. Yaitu sebagai manusia yang berkarya, berimajinasi, dan berinovasi. Semuanya akan aku  jadikan referensi untuk mencari keberadaan diri dan untuk menjadi seorang pemimpin.
Aku ingin menjadi manusia yang progres dalam berfikir, yang menerima akan semua ilmu pengetahuan yang di dapat di setiap waktu yang aku lalui. Ilmu pengetahuan yang dapat membawa kepada kekayaan batin dan kepuasan jiwa. Ilmu yang selalu ku temui di jalanan, lautan, pegunungan, debu, hujan, kawan, kerabat dan Orangtuaku. Itulah yang aku inginkan selama ini untuk di jadikan bekal di hari nanti, karena aku ingin menjadi manusia yang terus berkarya dengan memberikan kontribusi ilmu yang aku miliki dan turut mewarnai Bangsa, Negara dan Dunia.
Aku ingin menjadi manusia yang taat kepada sang pencipta, karena Dia telah menciptakan diri ini dan semua yang ada,  kendati sesekali ketaatan itu tak akan bisa sebanding atas nikmat yang telah di berikan padaku. Aku tau, taat kepada-Nya tak cukup dengan perkataan saja karena aku gak ingin terjebak menjadi manusia yang munafik, tetapi harus selaras antara perkataan dengan perbuatan. Memang terasa susah untuk mengamalkan semua ini, tapi semoga saja dengan di tuliskannya apa-apa yang aku ingin semoga bisa belajar taat kepada-Nya walaupun secara perlahan-lahan.   
 Aku baru menyadari arti hidup ini setelah aku terbangun dari tidur panjang yang melelapkan jati diriku sebagai seorang lelaki dan tentunya sebagai seorang manusia. Ternyata aku haus akan setiap ilmu yang selalu lewat dalam hidupku, di dalam setiap lamunanku, dalam setiap kenyataan, dan ilmu yang aku temui dalam setiap waktu yang telah aku lalui. Pengalaman hidup yang sering jatuh bangun telah banyak memberiku akan sebuah makna hakikat hidup ini, hidup yang tak hanya sekedar mengisi ruang kehidupan, tak hanya sekedar bernafas tanpa arti, tak hanya sekedar melangkah tanpa memahami sebuah petuah. Inilah hakikatnya hidup, yang harus berkarya atas fikiran dan otak yang di berikan Allah pada manusia. Asal tidak menyimpang dari kesusilaan,dan norma agama sebagai manusia dan sebagai Hamba Allah yang beriman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar