Selasa, 02 Oktober 2012

AKU KUAT KARENA AKU TERSAKITI


Aku terlahir dari jiwa yang tersakiti, sakit dari silaunya dunia yang membuat mataku tak kuasa untuk tak sedikit berkedip. Mataku tak kuasa lagi membendung derasnya air mata api yang membara dalam jiwaku, sehingga aku merasakan panasnya begitu membara yang membakar dalam diri ini untuk mencari dan menemukan eksistensi diri. Aku terlahir dari cinta yang menyakitkan, sakit akan sebuah permainan cinta dari anak manusia betina yang selalu mempermainkan cinta ini, sehingga aku benar-benar mengerti akan arti cinta yang sesungguhnya. Karena sakitnya hati atas permainan cinta begitu tak tertahankan. Aku terlahir dari kesakitan-kesakitan apa saja yang membuatku melangkah lebih jauh untuk menyusuri makna hidup yang sesungguhnya, karena tak mungkin ku temui apa yang ku impikan di dalam kehidupan ini bila tanpa kesakitan yang kurasakan.
 Akan aku cari dari kesakitan itu sebuah arti hidup yang sesungguhnya di dalam dunia ini, untuk ku persembahkan kepada orang-orang yang mencintaiku dan orang-orang yang mencaciku, sebagai tanda terimakasihku karena telah memberikan stimulan berupa cinta dan nista. Sanjungan dan hinaan semakin mendorongku untuk lebih menjadi apa yang seharusnya aku lakonkan. Semua itu sangat berperan penting dalam menemukan jati diri ini yang sesungguhnya.
Sakit memang tentang apa-apa yang telah ku rasakan, baik itu tentang hidup maupun tentang cinta. Perjalanan dalam kehidupanku ini begitu banyak onak dan duri yang tajam sehingga dalam setiap likunya kehidupan aku selalu tertusuk runcingnya duri yang tajam yang sesekali membuatku menangis dan merintih kesakitan.
 Mungkin inilah jalannya untuk menjadi manusia yang mengerti akan esensi hidup dan cinta, untuk menjadi manusia yang berkepribadian tidak menyakiti orang lain, untuk menjadi manusia yang kuat karena telah belajar dari sebuah kesakitan. Mungkin inilah jalanku untuk menjadi manusia yang turut empati kepada orang yang telah mengalami pahitnya hidup dan sakitnya cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar